Contoh Soal Menghitung Pph
Contoh Soal Menghitung Pph

Contoh Soal Menghitung PphSource: bing.com

Pajak penghasilan atau PPh adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diperoleh oleh wajib pajak. PPh terdiri dari beberapa jenis, seperti PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 25. Setiap jenis PPh memiliki aturan dan cara perhitungan yang berbeda-beda.

Contoh Soal Menghitung PPh 21

Contoh kasus, seorang karyawan bernama Andi memiliki penghasilan bruto sebesar Rp 10.000.000 per bulan. Gaji bulanan Andi sudah dipotong PPh 21 sebesar 5%. Berapakah besarnya PPh 21 yang harus dibayar oleh Andi?

PPh 21 yang harus dibayar oleh Andi dapat dihitung dengan rumus:

PPh 21 = (Penghasilan bruto – Biaya Jabatan – Iuran Pensiun) x Tarif PPh 21

Biaya Jabatan dihitung sebesar 5% dari penghasilan bruto atau maksimal Rp 500.000, sedangkan Iuran Pensiun dihitung sebesar 2% dari penghasilan bruto atau maksimal Rp 7.800.000. Tarif PPh 21 untuk karyawan dengan penghasilan bruto di atas Rp 8.000.000 adalah 30%.

Dengan menggunakan rumus tersebut, maka:

PPh 21 = (Rp 10.000.000 – (5% x Rp 10.000.000) – (2% x Rp 10.000.000)) x 30% = Rp 1.170.000

Jadi, Andi harus membayar PPh 21 sebesar Rp 1.170.000.

Contoh Soal Menghitung PPh 22

Contoh kasus, seorang importir bernama Budi melakukan impor barang sebesar Rp 100.000.000. Tarif PPh 22 yang berlaku sebesar 7,5%. Berapakah besarnya PPh 22 yang harus dibayar oleh Budi?

PPh 22 yang harus dibayar oleh Budi dapat dihitung dengan rumus:

Cek Juga  Rumus Hitung Kalori: Cara Mudah Menentukan Kebutuhan Kalori Harian

PPh 22 = Nilai Pabean x Tarif PPh 22

Nilai Pabean adalah nilai barang yang diimpor ditambah bea masuk dan pajak-pajak lainnya. Dalam kasus ini, nilai Pabean adalah Rp 100.000.000. Tarif PPh 22 adalah 7,5%.

Dengan menggunakan rumus tersebut, maka:

PPh 22 = Rp 100.000.000 x 7,5% = Rp 7.500.000

Jadi, Budi harus membayar PPh 22 sebesar Rp 7.500.000.

Contoh Soal Menghitung PPh 23

Contoh kasus, seorang pengusaha bernama Cici melakukan penjualan saham sebesar Rp 50.000.000. Tarif PPh 23 yang berlaku sebesar 0,1%. Berapakah besarnya PPh 23 yang harus dibayar oleh Cici?

PPh 23 yang harus dibayar oleh Cici dapat dihitung dengan rumus:

PPh 23 = Nilai Jual Saham x Tarif PPh 23

Nilai Jual Saham adalah harga jual saham dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual saham tersebut. Dalam kasus ini, biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Cici sebesar Rp 5.000.000. Nilai Jual Saham adalah Rp 50.000.000 – Rp 5.000.000 = Rp 45.000.000. Tarif PPh 23 adalah 0,1%.

Dengan menggunakan rumus tersebut, maka:

PPh 23 = Rp 45.000.000 x 0,1% = Rp 45.000

Jadi, Cici harus membayar PPh 23 sebesar Rp 45.000.

Contoh Soal Menghitung PPh 25

Contoh kasus, seorang pengusaha bernama Didi memiliki penghasilan bruto sebesar Rp 1.000.000.000 per tahun. Didi memilih untuk membayar PPh 25 sebesar 0,5% dari penghasilannya. Berapakah besarnya PPh 25 yang harus dibayar oleh Didi?

PPh 25 yang harus dibayar oleh Didi dapat dihitung dengan rumus:

PPh 25 = Penghasilan bruto x Tarif PPh 25

Tarif PPh 25 yang dipilih oleh Didi adalah 0,5%. Penghasilan bruto per tahun adalah Rp 1.000.000.000.

Dengan menggunakan rumus tersebut, maka:

PPh 25 = Rp 1.000.000.000 x 0,5% = Rp 5.000.000

Cek Juga  Belajar Matematika Kelas 2 SD Semester 2 dengan Mudah

Jadi, Didi harus membayar PPh 25 sebesar Rp 5.000.000.

Frequently Asked Questions

1. Apa itu PPh?

PPh adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan yang diperoleh oleh wajib pajak.

2. Apa saja jenis PPh?

Jenis-jenis PPh antara lain PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 25.

3. Bagaimana cara menghitung PPh 21?

PPh 21 dapat dihitung dengan rumus: (Penghasilan bruto – Biaya Jabatan – Iuran Pensiun) x Tarif PPh 21.

4. Bagaimana cara menghitung PPh 22?

PPh 22 dapat dihitung dengan rumus: Nilai Pabean x Tarif PPh 22.

5. Bagaimana cara menghitung PPh 23?

PPh 23 dapat dihitung dengan rumus: Nilai Jual Saham x Tarif PPh 23.

Artikel Terkait

Related video of Contoh Soal Menghitung Pph